Implementasi Kebijakan Penyerapan Anggaran Belanja Pada Anggaran Dan Pendapatan Belanja Daerah Pemerintah Kota Bandung
Abstract
Kebijakan otonami daerah yang dilaksanakan oleh Pemerintah Indonesia membawa perubahan dalam tata kelola penyelenggaraan pemerintahan daerah yang di dalamnya termasuk tata kelaloa keuangan yang tercantum pada didokumen Anggaran Pendapatan dan Belanja daerah (APBD). Kebijakan Otonomi daerah tidak hanya perubahan penyelemggaran urusan pemerintahan dari dari sistem sentralistik menjadi desentralistik akan tetapi juga membawa pelimpahan pendanaan atau pengelolaan keuangan. APBD sebagai daokumen pengelollan keuangan memgang peran penting dalam menjami keberhasilan dalam penyelenggaran urusan pemerintahan. Permasalahan yang sering dihadapi daerah tidak terkecuali Pemerintah Kota Bandung adalah rendahnya penyerapan anggaran belanja daerah. Dengan rendahnya penyerapan anggaran belanaj da lerarh tentua saja akan berdampak pada kinerja dari penyelnggaraan urusan pemerintahan yang ujungnya akan berdampak pada masyarakat. Adapun tujuan dari peneltian ini adalah untuk bagaimana implementasi kebijakan penyerapan anggaran belanja APBD, kendala yang dihadapi dan upaya-upaya yang telah dan akan dilakukan dalam impelentasi kebeijakan pemnyerapan anggaran belanja pada Pemerintah Kota Bandung. Penilitian dilakukan dengan metode kullitatif. yang mengacu pada kerangka teori Implementasi menurut Edward III (dalam Mursalim, 2017). Selanjutnya dilakukan analisa dengan teknik SWOT untuk menemukan aspek-aspek penting dari kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman di dalam suatu perusahaan atau organisasi. Dengan empat aspek tersebut diharapkan mampu memaksimalkan kekuatan, meminimalkan kelemahan, mereduksi ancaman, dan membangun peluang-peluang di masa depan(Sasoko dan Mahrudi, 2023). Hasil penelitian menunjukkan tingkat realisasi penyerapan anggaran belanja Pemerintah Kota Bandung dikategorikan belum optimal dengana rata-rata serapan dalam 3(tiga) TA 2021 s.d TA 2023 sebesar 85,26%. Kendala yang dihadapi dalam implemntasi kegaiatn diantaranya aspek perencnaan tidak matang, SDM terutama dalam kompetensi pengadaan barang dan jasa, belum adanya SOP yang baku serta lemahnya komitmen pelaksana. Namun dengan komunikasi yang efektif antar OPD dan political will dari pimpinan OPD menjadi faktor penting dalam implemntasi kebijakan anggaran belanja.
Kata Kunci: Realisasi; APBD; Belanja Pemerintah; Otonomi Daerah
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Copyright Notice
Please find the rights and licenses in Neraca : Jurnal Akuntansi Terapan, spirit is to disseminate articles published are as free as possible. Under the Creative Commons license, Jurnal Akuntansi Terapan permits users to copy, distribute, display, and perform the work for non-commercial purposes only. Users will also need to attribute authors and Neraca : Jurnal Akuntansi Terapan on distributing works in the journal and other media of publications.
Co-Authorship
If the article was jointly prepared by more than one author, any authors submitting the manuscript warrants that he/she has been authorized by all co-authors to be agreed on this copyright and license notice (agreement) on their behalf, and agrees to inform his/her co-authors of the terms of this policy. Neraca : Jurnal Akuntansi Terapan will not be held liable for anything that may arise due to the author(s) internal dispute. Neraca : Jurnal Akuntansi Terapan will only communicate with the corresponding author.
Miscellaneous
Neraca : Jurnal Akuntansi Terapan will publish the article (or have it published) in the journal if the article’s editorial process is successfully completed. Neraca : Jurnal Akuntansi Terapan editors may modify the article to a style of punctuation, spelling, capitalization, referencing and usage that deems appropriate. The author acknowledges that the article may be published so that it will be publicly accessible and such access will be free of charge for the readers as mentioned in point 3.
Every accepted manuscript should be accompanied by "Copyright Transfer Agreement" prior to the article publication.